Jajaki Keinginan Warga Desa Kangkung

DEMAK – Menjadi seorang disabilitas, tidak membuat Abdul Mukhit (35), warga Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pasrah. Berbekal kemampuan mengelas, lelaki yang akrab disapa Mukhit ini ingin mengembangkan kemampuannya.

Dia menuturkan, masih banyak orang yang meremehkan kemampuannya, karena kondisi fisiknya saat ini yang tak memiliki tangan kiri. Mukhit mengaku sedih jika ada orang yang memandang sebelah mata.

“Yang menjadi kendala kan pernah, orang itu meremehkan. Saya bilang, lihat dulu pekerjaan saya baru bapak bisa menggaji saya, kalau bapak ikhlas saya ikhlas,” ungkapnya saat ditemui usai acara Sosialisasi Potensi Lapangan Kerja di Desa Kangkung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah di Balai Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (26/6/2019).

Selama ini Mukhit bekerja serabutan harian lepas, mulai ikut pemborong hingga kerja di bengkel las,
dengan hasil pas-pasan. Untuk mengubah kehidupannya, pria ini ingin mencoba usaha mandiri, dengan membuka bengkel las. Namun masih belum bisa tercapai karena terkendala modal. Dia berharap ada bantuan modal dan pelatihan mengelas untuknya, kaum difabel dan warga Desa Kangkung.

Berbeda dengan Mukhit, Mega Kurniawan (24) menginginkan fasilitasi dari pemerintah untuk memasarkan mebel dari Desa Kangkung. Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melakukan pemasaran melalui media sosial. Namun, Mega menginginkan pemasaran langsung melalui website agar lebih mudah apabila ada orang yang ingin membeli.

“Saya sering memasarkan mebel dan sangkar burung via medsos. Inginnya langsung dari website, tinggal kalau ada orderan masuk tinggal order. Kendalanya di website, cara pengelolaan dan pembuatannya belum mengerti,” terang lelaki yang aktif di Karang Taruna Desa Kangkung itu.

Ia pun berharap adanya pembinaan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah yang dilakukan di desanya mampu mengurangi pengangguran.

Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro, Iman Setiono mengungkapkan, berdasarkan inventarisasi dengan masyarakat Desa Kangkung, terdapat beberapa program studi (prodi) yang bisa masuk untuk mendampingi pelatihan.

“Prodi kami yang masuk berdasarkan inventarisasi dari masyarakat tadi adalah Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro,” terangnya.

Ditambahkan, apabila terdapat penyandang disabilitas yang ingin mengikuti pelatihan mengelas juga tidak masalah, selama mereka masih bisa melakukan pekerjaan.

Kepala Desa Kangkung, Kamsari mengungkapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan adanya desa binaan ini. Diharapkan melalui pelatihan-pelatihan yang akan dilakukan, mampu mengembangkan potensi yang ada di Desa Kangkung.

“Ke depannya, warga kami yang belum bekerja semoga mendapat pekerjaan. Terima kasih untuk Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Kepala Bidang Statistik, Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah Arief Boedijanto menyampaikan pihaknya berupaya membantu warga Desa Kangkung dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, kerja sama dan semangat untuk maju dari warga sangat diperlukan. Mereka juga diminta tak sungkan menyampaikan apa yang diinginkan.

“Kami bersinergi, gotong royong dengan berbagai SKPD, pemerintah kabupaten, universitaa, Baznas, juga Telkom. Yang penting panjenengan semangat dulu,” tutupnya. (Tu/Ul, Diskominfo Jateng)



By | 2019-07-10T10:41:16+00:00 June 27th, 2019|Berita|0 Comments

Leave A Comment