Dihadiri Siswa Papua, Ini Pesan Wagub Pada Peringatan Haornas

WONOSOBO – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Provinsi Jawa Tengah di alun-alun Wonosobo, Senin (9/9/2019) turut dihadiri dua siswa asal Papua, bernama Yulianti Ester Jean Reumi (Jeje) dan Ance Papuana Melanesia Rumaikewi (Anche). Keduanya tengah mengikuti pertukaran pelajar di SMA Negeri 1 Kertek Wonosobo.

“Inilah bagian dari negara kita. Kita tahu, keberhasilan olahraga kita di Asian Schools Games tidak sempurna, jika atlet dari Papua tidak ikut menyumbangkan medali peraknya. Terima kasih kepada Papua yang sudah ikut andil dalam suksesnya Asian Schools Games 2018,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Haornas Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Wagub yang akrab disapa dengan Gus Yasin itu pun berpesan agar persahabatan, persatuan, kebersamaan serta kegotongroyongan terus dirajut. Hal itu menjadi modal untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan lebih unggul.

Pesan Gus Yasin, membuat Jeje dan Anche senang. Menurut mereka, memang seperti itulah seharusnya Indonesia. Tidak ada suku dan ras yang dibedakan. Semua memiliki kedudukan yang sama sebagai warga negara Indonesia.

“Pesan Pak Wagub membuat kami semakin semangat untuk berlomba meraih prestasi. Peristiwa kerusuhan di Papua semestinya tidak ada karena bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” tuturnya.

Selama kurang lebih dua bulan tinggal di Wonosobo, tepatnya sejak Juli lalu, keduanya juga mengaku mendapat perlakuan yang baik dari orang tua asuhnya maupun teman-teman di sekolah. Mereka merasa tidak pernah ada diskriminasi.

“Di sini asyik. Teman-teman dan orang tua asuh baik. Orang-orangnya ramah. Tidak ada masalah,” ujar Anche.

Sementara itu, dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang dibacakan Wagub Taj Yasin dipesankan agar masyarakat melakukan olahraga di mana saja, dan kapan saja. Pesan ini menjadi tema besar Haornas pada tahun ini.

“Tema ini mengandung makna bahwa olahraga itu mudah karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Menjadi penting agar masyarakat tidak terpaku bahwa olahraga hanya dapat dilakukan di fasilitas olahraga yang tersedia,” jelas Wagub

Olahraga harus menjadi kebutuhan hidup dan gaya hidup, lanjutnya. Permasalahan terbesar saat ini adalah derajat kebugaran masyarakat Indonesia yang masih rendah. Maka Gerakan Ayo Olahraga diharapkan menjawab masalah tersebut.

“Dengan kesegaran jasmani yang bagus, dengan kesehatan yang bagus, terutama adik-adik pelajar kita, maka memudahkan lahirnya bibit-bibit yang berpotensi menuju pentas nasional dan dunia di masa selanjutnya,” harapnya.

Upaya ini sejalan dengan pesan Presiden RI Ir H Joko Widodo di mana perlu pengintegrasian olahraga dengan sistem pendidikan nasional serta perlu menumbuhkan minat masyarakat Indonesia dalam bidang olahraga. Sehingga, dapat tumbuh menjadi bagian dari budaya dan kepribadian bangsa. (Humas Jateng)




By | 2019-09-10T08:14:32+00:00 September 9th, 2019|Berita|0 Comments

Leave A Comment