SEMARANG – Olahraga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan imunitas dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Namun, apakah selama berolahraga diwajibkan menggunakan masker? Olahraga apa saja yang dibolehkan, dan kapan waktu yang tepat?

 

Kali ini, Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbagi kiat olahraga di masa pandemi bersama dosen kesehatan masyarakat Unnes sekaligus pengurus IDI Kota Semarang Dr Mahalul Azam. Kiat-kiat itu disampaikan dalam dialog secara daring di live Instagram sekitar satu jam, Kamis (25/6/2020).

 

Kepada warganet, Mahalul Azam mengungkapkan, olahraga memang bisa untuk meningkatkan imunitas tubuh, termasuk pada pandemi Covid-19 ini. Namun, disarankan untuk berolahraga di dalam rumah karena risiko terinveksi virus Corona lebih kecil. Jika merasa bosan dan ingin berolahraga di luar rumah, dibolehkan selama tetap menjalankan prinsip pencegahan penyakit infeksi.

 

Dia menyarankan olahraga bersepeda dan jogging, yang bisa dilakukan dengan menjaga jarak. Dengan catatan, jangan bergerombol, dan mencari rute atau daerah yang tidak banyak penggemarnya, agar bisa menjaga jarak. Penggunaan masker saat berolahraga, seperti yang dirilis WHO, tidak dianjurkan karena dikhawatirkan mengganggu pernafasan.

 

“Tapi ini juga individual. Pada orang yang terlatih, penggunaan masker tidak masalah. Tapi ada yang penggunaan masker membuat oksigen terbatas, terutama pada pemula,” ujarnya.

 

Ditambahkan, jenis olahraga terbagi menjadi tiga, yakni olahraga ringan, sedang, dan berat atau tinggi. Jenis olahraga disesuaikan dengan kondisi tubuh.

 

“Kalau untuk masa sekarang ya olahraga sedang. Ciri-cirinya kalau olahraga ringan itu masih bisa (sambil) bernyanyi, kalau sedang masih bisa (sambil) berbicara, dan olahraga berat itu jika untuk bicara saja sudah sulit,” lanjutnya.

 

Mengenai waktu yang tepat untuk berolahraga, Azam mengaku sebaiknya dilakukan tidak di bawah sinar matahari siang. Kalaupun ingin berolahraga pada malam hari, diusahakan selambatnya tiga jam sebelum waktu tidur biasanya, agar tak mengganggu waktu tidur. Bagaimana pun, waktu istirahat penting untuk menjaga kondisi tubuh.

 

 

Gizi Seimbang

 

Lantas, adakah korelasi antara keringat yang dikeluarkan dengan kualitas olahraga? Terkait hal tersebut, Azam menekankan jika itu hanya mitos. Kualitas olahraga tidak ditentukan dari banyaknya keringat yang keluar. Namun, bisa diukur dari detak nadi.

 

“Kalau mau mengukur olahraga itu dari detak nadi. Kalau keringat boleh tapi tepatnya dari detak nadi,” ungkapnya.

 

Selain berolahraga, imunitas tubuh juga dipicu dengan makanan yang dikonsumsi.

 

“Baiknya mengonsumsi makanan yang kalau dulu empat sehat lima sempurna, atau sekarang disebut gizi seimbang. Tidak ada makanan yang sempura sehingga perlu mengonsumsi beragam supaya seimbang kandungan yang dibutuhkan,” ungkapnya.

 

Sementara Siti Atikoh menambahkan, kegiatan olahraga di masa pandemi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Di antaranya memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan atau mandi setelah olahraga.

 

“Memang olahraga baiknya tidak pakai masker, tapi karena pandemi, masker tetap pakai terutama olahraga yang lebih dari satu orang, atau melewati keramaian. Tapi kalau saya on off, waktu di traffic light dan kerumunan masker dipakai, kalau jalan masker dilepas. Kecuali waktu olahraga sendirian di tempat sepi,” tuturnya.

 

Seusai olahraga harus mandi untuk membersihkan kotoran atau bakteri yang menempel di tubuh. Tapi mesti diberi jarak beberapa saat.

 

“Apalagi waktu malam hari. Biar bersih dari kuman atau bakteri. Di masa pandemi kesehatan itu menjadi hal penting, imunitas penting, apalagi menghadapai kenormalan baru,” tandasnya. (Wk/Ul, Diskominfo Jateng)