BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengunjungi rumah Mahmud, warga Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kebupaten Banyumas, yang menjadi korban rumah ambruk tertimpa pohon. Dalam kunjungan yang dilakukan Senin (13/1/2020) itu, Gus Yasin, sapaan Wagub, mendengarkan cerita Mahmud yang selamat, meski rumah yang dihuninya bersama istrinya Rohmini luluh lantak.

Mahmud menuturkan, peristiwa yang menimpanya terjadi pada hari Jumat (3/1/2020), sekitar pukul 14.00. Waktu itu ia bersama istrinya berada di dalam rumah saat hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Karangsalam dan sejumlah daerah lain di Kabupaten Banyumas.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00, waktu hujan deras dan angin kencang. Terus pohon sengon di dekat rumah tumbang menimpa rumah. Saya ada di situ (dalam rumah) saat kejadian. Untung tidak apa-apa, hanya memar di sini (dahi) dan di sini (tangan),” ujar Mahmud.

Setelah cerita singkatnya itu, Mahmud juga menunjukkan kayu pohon sengon abasia yang menimpa rumahnya. Pohon itu sudah dipotong-potong dan diletakkan di pojok. Sementara sisa reruntuhan rumah masih tampak di sekitar lokasi.

“Itu pohonnya sudah dipotong-potong,” ujar Mahmud.

Wagub Gus Yasin sudah meminta kepada Kepala Desa Karangsalam dan dari Pemkab Banyumas untuk membantu pembangunan rumah milik Mahmud. Ia juga meminta kepada Mahmud untuk menebang pohon abasia lain di belakang rumah sebelum tumbang karena angin.

“Ini nanti kita bantu untuk dibangun lagi rumahnya. Kami juga minta pohon besar lain di belakang untuk ditebang karena sudah terlalu tinggi. Secepatnya nanti gotong royong dari warga desa, termasuk menggerakkan karang taruna untuk membantu membangun rumah. Untuk sementara ini Pak Mahmud tinggal di rumah sementara,” katanya.

Terkait potensi rawan yang ada di Kabupaten Banyumas, seperti angin kencang, puting beliung, banjir, hingga longsor, Gus Yasin mengimbau kepada warga agar terus waspada. Jika ada pohon yang terlalu tinggi dan rawan tumbang, lebih baik ditebang.

“BPBD itu kan fasilitator saja kan, yang lebih utama adalah masyarakat itu sendiri bergerak untuk tanggap bencana. Potensi bencana di Banyumas ini banjir, longsor, kekeringan, dan angin kencang. Kalau warning system dan langkah pertama penanganan bencana sudah baik, insyaallah bisa dihindari,” pungkasnya. (Humas Jateng)