SEMARANG – Jawa Tengah membuka panggung bagi pelaku UMKM dari berbagai penjuru Tanah Air untuk memperkenalkan produk unggulannya dalam Pameran UMKM dan Kerajinan rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.
Dari mutiara khas Ternate, batik bermotif burung kasuari Papua Barat, hingga kain tenun endek Bali, beragam produk Nusantara dipamerkan di Plaza Simpang Lima, Kota Semarang, pada 12 hingga 20 September 2026.
Pameran tersebut dibuka Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, bersama Penasihat DWP Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhmah Nasaruddin Umar, serta Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin.
Sebanyak 150 stan meramaikan pameran UMKM dan Kerajinan MTQ Nasional 2026. Terdiri dari stan kementerian dan provinsi, OPD Pemprov Jawa Tengah, stan kriya kabupaten/ kota se-Jateng, 70 stan kuliner kabupaten/kota se-Jateng, serta 20 stan kuliner halal.
Sebagai tuan rumah MTQ Nasional, Jateng memfasilitasi pelaku UMKM dari berbagai provinsi untuk membawa produk khas masing-masing, dan memperkenalkannya kepada masyarakat, serta para kafilah dari seluruh Indonesia.
Salah satunya, stan Provinsi Maluku Utara yang membawa mutiara Ternate dengan beragam model. Produk ini menjadi salah satu kerajinan yang menarik perhatian pengunjung, karena memiliki karakter dan kekhasan tersendiri.
Koordinator Stan Pameran UMKM Provinsi Maluku Utara, Fifin Ismail, mengatakan, produk tersebut ialah binaan Dekranasda dan Disperindag Maluku Utara. Selain mutiara, pihaknya juga menghadirkan kerajinan kulit, wastra, rempah-rempah, minuman herbal, dan kopi.
“Sebenarnya kalau mutiara ini di mana aja ada ya, cuma kalau di laut lepasnya Ternate, terutama Sofifi, itu mutiaranya terkenal dibandingkan sama yang lain, memang Ternate yang bagus,” ucapnya.
Dari wilayah timur Indonesia, Provinsi Papua Barat turut membawa produk yang menjadi identitas daerah. Stan Papua Barat menampilkan baju dan kain batik bermotif burung kasuari serta rumah kaki seribu yang dijual kisaran Rp250.000 hingga Rp300.000.
Selain pakaian dan kain, pengunjung juga dapat menemukan aksesori berbahan mutiara dari laut Papua Barat. Produk khas lainnya yang ditampilkan adalah olahan herbal, seperti buah merah dan sarang semut.
Penanggung Jawab Stan Pameran UMKM Papua Barat, Telma Debitan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam MTQ Nasional 2026. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerahnya, sekaligus menjadi ruang bersilaturahmi dengan provinsi lain.
“Alhamdulillah kita bersyukur karena sudah memfasilitasi dengan baik. Ya, event ini luar biasa, kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan provinsi lain,” ucap Telma.
Sementara itu, Provinsi Bali membawa beragam produk khas, mulai dari kain tenun endek, mukena Bali, sarung pantai, hingga makanan dan minuman. Produk yang dijual dengan sistem titip jual ini bahkan laku diburu pengunjung.
“Ini hari kedua di sini, alhamdulillah sudah ada yang laku. Tadi ada kain tenun endek laku satu, kemudian baju kaos Bali, ada udeng yang topi untuk bapak-bapak khas Bali,” kata Penanggung Jawab Stan Pameran UMKM Provinsi Bali, Tuti Astuti.
Pihaknya mengapresiasi fasilitas yang diberikan Pemprov Jateng kepada para peserta pameran. Menurutnya, berbagai persiapan dan fasilitas yang disediakan panitia membantu peserta, khususnya yang datang dari luar provinsi.
“Kalau fasilitas panitia kami sangat salut, luar biasa. Mulai dari persiapan kita rapat bertahap, ada Zoom meeting, kemudian fasilitas meja, kursi, dan konsumsi, sangat-sangat membantu kami yang dari jauh ya,” beber Tuti.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi momentum untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, perputaran ekonomi selama pelaksanaan MTQ Nasional diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun. Angka ini ialah hasil penghitungan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan memperhitungkan aktivitas ekonomi yang muncul selama gelaran berlangsung.
“Dengan pameran MTQ ini, kita libatkan 38 provinsi untuk menghadirkan UMKM-nya, kriya-nya datang ke Jawa Tengah. Jadi kami tidak pengin maju Jawa Tengah sendiri,” ucap Taj Yasin.
Menurutnya, kehadiran UMKM dari berbagai daerah sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan produk Nusantara kepada masyarakat. Lebih dari itu, pertemuan antarpelaku usaha dan pemerintah daerah, dapat membuka peluang kerja sama dan memperkuat jejaring ekonomi.
Semangat ini kata Taj Yasin, sejalan dengan berbagai kerja sama yang telah dibangun Jawa Tengah dengan provinsi lain, termasuk melalui skema sister province yang dijalin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
“Kami ingin mengajak bersama-sama, menunjukkan bahwa ini loh persaudaraan kita Negara Republik Indonesia yang harus kita jaga potensinya, kita sengkuyung bareng-bareng,” pungkasnya. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

