Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Tengah

Ringkasan LKPJ Gubernur Jawa Tengah Akhir Tahun Anggaran 2020 secara lengkap telah tersaji dalam Buku II. Jumlah Penduduk Jawa Tengah berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 sejumlah 36,52 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk per tahun sebesar 1,17% selama periode 2010-2020. Pada tahun 2020 terjadi bonus demografi, dimana penduduk usia produktif 15 hingga 64 tahun sejumlah 25,78 juta orang atau 70,60%. Sedangkan bila dilihat dari rasio jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari pada perempuan dengan rasio 101,15. Sebagai akibat dari meluasnya wabah pandemi Covid-19 selama Maret-Desember 2020, pertumbuhan ekonomi pada 2020 merosot tajam. Merosotnya pertumbuhan ekonomi berdampak negatif meningkatkan jumlah pengangguran terbuka dan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 adalah minus 2,65 % dan lebih rendah dari Nasional yang sebesar minus 2,07% atau mengalami penurunan yang cukup tajam dibanding tahun 2019 yang bertumbuh sebesar 5,40 persen. Tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dari tahun 2014-2019 selalu mengalami peningkatan dan diatas pertumbuhan ekonomi Nasional. Meskipun pertumbuhan ekonomi mengalami minus, namun beberapa lapangan usaha memberikan kontribusi positif, yaitu informasi dan komunikasi 15,65%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 8,19% dan Pertanian, kehutanan dan perikanan 2,48%. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020 sebesar 6,48% meningkat 2,04% dibandingkan Agustus 2019 sebesar 4,44%. Peningkatan pengangguran terbuka juga dialami oleh sejumlah provinsi di pulau Jawa seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Banten. Namun, TPT Jawa Tengah tersebut lebih rendah dibandingkan TPT nasional sebesar 7,07%. Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada bulan Maret 2020 mencapai 3,98 juta orang atau 11,41%, meningkat pada bulan September 2020 yang mencapai 4,12 juta orang atau 11,84% atau mengalami kenaikan sebanyak 440 ribu orang dibanding periode yang sama pada September 2019 sejumlah 3,679 juta orang atau 10,58%. Kondisi tahun ini lebih tinggi dari pada persentase kemiskinan nasional sebesar 10,19%. Indeks Gini Jawa Tengah pada September Tahun 2020 sebesar 0,359 lebih tinggi dibanding September Tahun 2019 sebesar 0,358, termasuk kategori Sedang. Meskipun demikian, sejak tahun 2014-2019 ketimpangan pendapatan penduduk di Jawa Tengah cenderung menurun dan merupakan yang terendah diantara provinsi lain di Pulau Jawa. Indeks Gini penduduk perkotaan sebesar 0,386 lebih tinggi jika dibandingkan Indeks Gini penduduk perdesaan sebesar 0,318. Hal ini terjadi karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya aktivitas ekonomi di sektor jasa dan usaha informal di daerah perkotaan, sementara di perdesaan aktivitas ekonomi yang di dominasi oleh sektor pertanian cenderung mampu bertahan. Indeks Williamson Jawa Tengah tahun 2020 berada pada angka 0,608 atau menurun 0,011 poin dibanding tahun 2019 sebesar 0,619. Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan pembangunan konstruksi atau infrastruktur pada sejumlah wilayah akibat dari konsentrasi pendanaan pada penanganan Covid-19 dan menurunnya aktivitas perekonomian daerah. Tingkat inflasi Jawa Tengah pada Tahun 2020 sebesar 1,56% atau lebih rendah dibandingkan Tahun 2019 sebesar 2,86 %. Inflasi yang rendah dan menurun tersebut disebabkan karena berkurangnya konsumsi masyarakat akibat dari menurunnya pendapatan sehingga belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jawa Tengah pada akhir tahun 2020 sebesar 101,49 lebih rendah dibanding tahun 2019 sebesar 106,00. Rendahnya NTP mulai bulan Maret 2020 seiring dengan mulainya kasus pandemi Covid-19. Disisi lain, meningkatnya konsumsi rumah tangga dan biaya produksi yang ditanggung petani menyebabkan indeks harga yang dibayar petani mengalami peningkatan. Meski lebih rendah dibandingkan dengan NTP Nasional sebesar 103,25, namun NTP Jawa Tengah paling tinggi jika dibandingkan dengan NTP provinsi lain di Pulau Jawa. Indeks Pembangunan Manusia Jawa Tengah Tahun 2020 sebesar 71,87 lebih tinggi dibandingkan Tahun 2019 sebesar 71,73. IPM Jawa Tengah termasuk kategori IPM Tinggi. Perlu diketahui, pertumbuhan IPM Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,20% merupakan tertinggi kedua secara Nasional dan di Pulau Jawa setelah Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2014 hingga 2020, IPM Jawa Tengah terus mengalami peningkatan, yang menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di Jawa Tengah semakin baik. Indeks Reformasi Birokrasi pada Tahun 2020 sebesar 84,93 lebih tinggi dari capaian Tahun 2019 sebesar 76,99. Hal ini menunjukkan peningkatan kinerja birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin baik. Juga menunjukkan komitmen yang semakin kuat untuk memperbaiki tata kelola penyelenggaraan pemerintahan guna mewujudkan efektivitas, efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang mudah, murah dan cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dapat dilihat dari capaian Rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2020 sebesar 83,94 lebih tinggi dibandingkan Tahun 2019 sebesar 82,54. Hal tersebut menunjukkan bahwa walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, kualitas pelayanan publik tetap menjadi perhatian yang serius dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jawa Tengah pada Tahun 2020 sebesar 67,37 atau lebih tinggi dari tahun 2019 sebesar 66,88 dan terus meningkat selama 2014 hingga 2020. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan kelestarian lingkungan terus diupayakan yaitu antara lain dengan memberikan teladan dan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Bentuk Informasi Yang Tersedia: Hard & Soft (file_pdf)
Jangka Waktu Penyimpanan: Selama berlaku
Jenis Media Yang Memuat Informasi: https://ppid.jatengprov.go.id/laporan-keterangan-pertanggungjawaban-lkpj-gubernur-jawa-tengah/
Penanggungjawab Pembuatan Informasi: Ka PPID Utama
Waktu Pembuatan / Penerbitan Informasi: Update data tahun 2021
File :