SRAGEN – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong lembaga Posyandu di 35 kabupaten/kota terus berinovasi, dalam memberikan layanan sekaligus aktif mengedukasi masyarakat.
Menurutnya, peran aktif kader Posyandu sangat penting, karena menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Terlebih, Posyandu saat ini telah bertransformasi, menjadi lembaga yang memberikan pelayanan pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Hal itu disampaikan Nawal, saat mengunjungi Posyandu di Desa Sribit, Kabupaten Sragen, Kamis (13/8/2026). Dalam kunjungan itu, dia mengapresiasi percepatan transformasi layanan enam SPM, serta berbagai inovasi yang telah dilakukan Posyandu setempat.
“Ternyata sangat luar biasa inovasi di Kabupaten Sleman. Selain pelayanan di 6 SPM, ternyata Posyandu ini memiliki inovasi tidak hanya menerima aduan masyarakat, tapi aktif menyosialisasikan materi-materi, mengedukasi sesuai dengan bidangnya masing-masing,” kata istri Wagub Jateng tersebut.
Salah satu inovasi yang dilakukan, yakni menghadirkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bidang pendidikan. Ke depan, menurut Nawal, literasi digital juga perlu ditanamkan sejak usia dini.
Selain itu, kader Posyandu juga aktif memberikan edukasi mengenai pola konsumsi pangan B2SA, atau Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman kepada masyarakat.
Nawal mengungkapkan, saat ini terdapat 49.149 lembaga Posyandu di Jawa Tengah. Sebagian di antaranya telah bertransformasi, dengan memberikan pelayanan berbasis enam SPM.
Menurutnya, berbagai inovasi dan praktik baik yang dilakukan Posyandu di daerah, dapat menjadi contoh bagi Posyandu lainnya. Karena itu, Nawal mendorong agar praktik-praktik baik tersebut terus disebarluaskan, termasuk melalui media sosial.
“Materi-materi yang disosialisasikan itu sangat relevan untuk ini bisa menginspirasi Posyandu-Posyandu yang ada di 35 kabupaten kota. Sehingga, saya mendorong untuk itu ya,” ungkap Ketua TP PKK Jateng ini.
Nawal berharap, penguatan inovasi tidak hanya membuat layanan Posyandu semakin beragam, tetapi juga meningkatkan keterlibatan kader dalam memberikan edukasi, dan menjangkau kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

