KLATEN – Sejak mendirikan Posko Kesehatan Siaga Covid-19, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr RM Soedjarwadi telah memeriksa sedikitnya 389 orang yang terindikasi terinfeksi virus tersebut. Sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pemeriksaan dilakukan secara gratis.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSJD Dr RM Soedjarwadi, Alhaq Nafsi Setiawan, menerangkan, pihaknya melakukan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengenai pemeriksaan gratis indikasi Covid-19.

 

“Dalam posko kesehatan, pemeriksaan dibuka untuk masyarakat yang ingin memeriksakan kondisi, terutama yang memiliki gejala indikasi Covid-19,” kata Alhaq di Klaten, Kamis (2/4/2020).

 

Menurutnya, ada beberapa gejala indikasi seperti badan demam, batuk dan pilek, serta memiliki riwayat perjalanan dari negara atau daerah zona merah, yang terdeteksi adanya kasus positif Covid-19. Dijelaskan, pemeriksaan indikasi Covid-19 di RSJD tersebut terdiri dari beberapa tahap. Mulai assessment awal, selanjutnya dilakukan anamnesa oleh dokter, dan juga pemeriksan fisik yang mengarah ke indikasi Covid-19.

 

“Apabila hasil pemeriksaan tersebut mengarah ke ciri-ciri Covid-19, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” terang Alhaq.

 

Ditambahkan, pemeriksaan lanjutan yang dilakukan meliputi pemeriksaan laboratorium serta radiologi. Pemeriksaan indikasi Covid-19 di RSJD Soedjarwadi diberikan secara gratis. Posko beroperasi setiap hari kerja dari Senin-Kamis pukul 09.00-12.00 WIB, Jumat pukul 09.00-11.00 WIB, dan apabila keadaan mendesak di luar jam operasi, maka akan dilayani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

 

Sejak pembukaan posko pada hari pertama, 18 Maret 2020, ungkapnya, kunjungan pasien mengalami peningkatan. Hingga 1 April 2020, sebanyak 389 orang memeriksakan diri, dengan hasil satu orang pasien dinyatakan PDP dan dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 jenjang di atasnya. Sementara, ada132 ODP dengan rekomendasi isolasi mandiri.

 

Posko Kesehatan Siaga Covid-19 RSJD Dr RM Soedjarwadi, imbuh Alhaq, akan terus dibuka hingga batas waktu pandemi ini dinyatakan berakhir. Dia menyatakan meski fasilitas pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat sudah tersedia, namun warga diminta tetap waspada, serta melakukan upaya pencegahan penularan.

 

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan menjaga kondisi tubuh, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Apabila ada keluhan kesehatan segera periksakan diri agar cepat mendapatkan penanganan. Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan serta fasilitas sebagai kesiapan menghadapi lonjakan pasien Covid-19,” tandasnya. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng)