SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta aparat keamanan memperketat pemeriksaan jalan tol, yang disinyalir menjadi gerbang peredaran narkoba.

 

“Biasanya (peredaran) narkoba (menyusup) melalui pelabuhan atau bandara atau pelabuhan tikus. Nah berikutnya adalah jalan tol yang jadi perhatian kita. Karena akses tersebut jarang diperiksa dari pintu-pintu yang ada. Perlu kiranya, kita buat operasi di sana, karena jalan tol terlalu lancar,” ungkap Ganjar seusai menghadiri Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2020, di halaman kantor gubernur, Kamis (25/6/2020).

 

Menurutnya, peredaran narkotika perlu mendapat perhatian khusus mengingat sumberdaya manusia Jateng bisa menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Ia meminta, segenap elemen warga tetap meningkatkan kewaspadaan meski Pandemi Covid-19 tengah melanda.

 

Ia juga mewanti-wanti agar di masa wabah, perhatian juga lebih ditingkatkan. Pasalnya, banyak warga yang tidak lagi bekerja, sehingga rentan terkena stress.

 

“Masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan, kita dari Provinsi Jawa Tengah menyiapkan Jaring Pengaman Sosial dan Jaring Pengaman Ekonomi. Jangan sampai (kehilangan pekerjaan) meningkatkan penggunaan narkoba di masyarakat,” urainya.

 

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Polisi Benny Gunawan menyebut, prevalensi kasus penyalahgunaan di Jateng mencapai 1,3 persen dari jumlah penduduk.

 

“Meskipun lebih rendah dari jumlah prevalensi di Indonesia 1,6 persen namun dengan jumlah penduduk mencapai 30 juta jiwa, hal itu masih tinggi. Artinya, ada 195 ribu penyalahgunaan narkoba rata-rata per tahun di seluruh Jawa Tengah,” paparnya.

 

Benny menyebut, selama pandemi Covid-19 justru tidak terjadi penurunan kasus narkoba. Ia memprediksi jumlahnya akan naik dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Tahun lalu ada 51 tersangka, tahun ini menurut data Januari-Juni sudah ada 25 tersangka, dan ini masih jauh dari akhir tahun, pasti akan mengalami peningkatan,” jelas Benny.

 

Pada peringatan HANI 2020 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, juga dilakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang. Terdiri dari ganja sebanyak 28,2977 kilogram, sabu-sabu 141,2371 gram, ekstasi 551 butir, tembakau sintetis 303,18 gram, obat-obatan psikotropika 365 strip, obat 6.527 tablet, satu botol vibramox Forte dan 25 blister Pymaril. Barang bukti tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar pada incenerator. Sedangkan, 9.894 botol miras dan 1.080,9 liter ciu dimusnahkan dengan dilindas menggunakan stoom walls. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng)