MAGELANG – Suasana vaksinasi di gedung Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) tampak ramai saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang meninjau. Ratusan calon penerima vaksin, antre dengan tertib di kursi yang disediakan.

 

Gubernur Ganjar Pranowo langsung menyapa warga yang sedang mengantre. Peserta vaksinasi yang digelar oleh Unimma ini beragam, mulai dari mahasiswa hingga buruh. Salah satu yang disapa Ganjar, adalah buruh bernama Suparman.

 

“Pak njenengan kerja di mana? Tahu di sini ada vaksin dari mana? Kok baru sekarang vaksin?” tanya Ganjar.

 

“Bengkel tabung pak, (tahu) dari pabrik, baru sekarang karena takut,” ujar Suparman lugu.

 

Sejak bertemu di tahap pertama proses vaksinasi, Ganjar dengan sabar mendampingi Suparman. Sesekali, Ganjar menggoda Suparman tentang jenis jarum yang akan digunakan untuk suntik vaksin.

 

“Pak njenengan lebih takut mana, takut disuntik apa diseneni bojone?” tanya Ganjar lagi yang membuat suasana makin ger-geran.

 

Tak cuma di meja administrasi, Ganjar juga mendampingi Suparman saat berada di meja skrining. Ganjar mendengarkan dengan seksama jawaban Suparman saat ditanya terkait riwayat sakitnya.

 

Wis ayo pak gek ndang disuntik, tak deloki hayo. Masak awake gedhe kok jirih (badannya besar kok penakut),” seloroh Ganjar.

 

Dalam kesempatan itu, Ganjar berterima kasih atas kerja sama antara Pemda Magelang, baik Pemkot maupun Pemkab, serta TNI, Polri, juga lembaga lainnya. Lintas sektoral ini, diharapkan Ganjar bisa mendorong percepatan vaksinasi.

 

“Saya terima kasih ya dari kawan-kawan di Unimma, dari Pemda, Pemkot, Pemkab ini ada TNI Polri juga membantu. Saya pingin ada percepatan, silakan dimenej yang baik,” ujarnya.

 

Menurut Ganjar, vaksin di Unimma dengan tajuk Bergerak Menginspirasi Vaksinasi untuk Negeri itu bagus. Sebab bisa menghabiskan 800 dosis vaksin dalam sehari.

 

“Satu titik bisa 800 bagus ini. targetnya 5.000 tapi satu Minggu. Usulan saya malah kalau bisa ditambah titiknya tidak hanya satu titik, bisa dua titik, tiga titik, syukur bisa lima titik. Jadi habisnya nggak perlu satu Minggu, dua hari selesai,” tegasnya.

 

Namun, Ganjar berharap agar vaksinasi di tingkat daerah tetap diprioritaskan kepada lansia. Sebab mereka golongan masyarakat dengan risiko tinggi terpapar virus corona.

 

“Saya minta prioritasnya tetep carilah lansia, bisa juga nanti bekerja sama dengan BPJS. BPJS itu punya data, anggota BPJS yang memang punya penyakit bawaan, itu boleh disuntik dulu,” katanya.

 

Pada kesempatan itu juga, Ganjar berpesan kepada tenaga kesehatan untuk tidak lupa menginput pada aplikasi Pcare dan SMILE. Sehingga, stok vaksin bisa terus dikirim oleh Kemenkes.

 

“Segera diisi aplikasi Pcare dan SMILE agar kemudian kita bisa lapor kepada pusat bahwa serapannya emang tinggi. Kalau serapannya tinggi, nanti biar ditambahi lagi sama pusat,” ujarnya. (Humas Jateng)