SEMARANG – Kelompok lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang lebih rentan terkena virus Covid-19 karena kebanyakan sudah memiliki penyakit kronis. Diam di rumah menjadi cara yang dinilai paling aman, agar mereka tidak terpapar virus tersebut. Namun, tidak ada yang tahu, kapan pandemi ini berakhir, sehingga kebosanan pun bisa melanda kapan saja.

 

Saat menjadi narasumber Webinar bertema “Lansia Sehat dan Bahagia di Masa Pandemi”, Sabtu (18/7/2020), Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Taj Yasin memberikan sejumlah tips agar lansia tetap bahagia di masa pandemi. Antara lain dengan berkebun, berjemur di pagi hari, olahraga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh, memasak, bermain atau mendongeng dengan cucu. Lansia juga bisa melakukan aktivitas lain yang menjadi hobi untuk melatih motoriknya.

 

Menjaga agar lansia merasa bahagia di masa pandemi pun, katanya, menjadi penting, agar mereka tidak kehilangan tujuan hidup dan menjaga kesehatan mentalnya. Sebab, pada kondisi pandemi sekarang ini, banyak lansia yang menjadi cemas.

 

Menurut Nawal, hal itu wajar saja, karena informasi Covid-19 yang gencar membuat mereka lebih was-was. Namun, kecemasan itu perlu dikelola supaya tidak berlebihan dan mengakibatkan stres.

 

“Jangan cemas berlebihan, kelola dengan baik sehingga akan membantu diri untuk bersiap dan merasa lebih aman. Berdoa dan beribadah merupakan salah satu cara penguatan dimensi spiritual pada lansia,” katanya.

 

Agar kecemasan tidak menjadi berlebihan, yang perlu diperhatikan oleh orang-orang di sekitar lansia adalah memastikan mereka mengonsumsi berita yang positif.

 

“Pendampingan sosial bagi lansia di masa pandemi ini juga sangat penting. Kita harus bisa menujukkan bahwa kita mencintai mereka. Cinta adalah hal magis yang dapat menjadikan gangguan kesehatan mental pada lansia, berkurang,” tuturnya.

 

Untuk menangani Covid-19 ini, sambung Nawal, Pemprov Jateng menggerakkan Jogo Tonggo, di mana kelompok lansia, ibu hamil dan menyusui, menjadi prioritas untuk diperhatikan.

 

“Lansia mendapat prioritas karena merupakan kelompok rentan. Sementara, ibu hamil dan menyusui harus dilindungi karena sedang merawat generasi penerus,” jelasnya. (Humas Jateng)