SEMARANG – Siti Atikoh Ganjar Pranowo membeberkan kunci keluarga tetap kokoh di masa pandemi Covid-19. Sebab, di masa sulit sekarang, ketahanan keutuhan keluarga tidak sedikit yang diuji.

 

Hal itu tampak mengemuka saat siaran langsung via aplikasi Instagram antara Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo melalui akunnya @atikoh.s, dengan dipandu pembawa acara Senja Kurnia dengan akun @soloposfmsolo. Adapun pembahasan yang diusung adalah Bincang Spesial Satu Jam Bersama Siti Atikoh Ganjar Pranowo dengan tema Mengokohkan Ketahanan Keluarga Selama Pandemi, Selasa (8/7/20200). Acara juga disiarkan langsung melalui siaran radio Solopos FM 103.

 

Disampaikan, mereka yang terpaksa menjalani kerja di rumah (work from home) atau belajar di rumah, tak sedikit yang didera kebosanan. Konflik di rumah pun seringkali tak terhindarkan karena kurangnya toleransi, padahal yang dihadapi keseharian hanya pasangan dan anaknya. Atau, adanya dampak kehilangan pekerjaan di masa pandemi.

 

“Komunikasi adalah kunci. Dalam masa seperti ini harus ada kompromi. Saat ini, saat terbaik untuk bonding (jaga ikatan emosi) keluarga,” kata Atikoh membeberkan kunci utama kekokohan sebuah keluarga di masa sulit.

 

Menurutnya, melalui komunikasi itu akan muncul saling toleransi. Pada jalinan komunikasi, hendaknya juga muncul penjelasan dari pihak yang sibuk bekerja di rumah. Seperti saat waktu kerja, hendaknya tidak diganggu.

 

“Aturannya seperti apa. Mungkin pukul 07.00 sampai pukul 16.00, (sebanyak) 80 persen (waktu untuk) ngurusi urusan kerjaan,” jelasnya.

 

Saat mengurusi pekerjaan, kata Atikoh, seseorang mutlak melakoni profesionalitas secara total. Pasangan pun hendaknya memahami hal itu, termasuk memberikan pemahaman kepada anak.

 

“Misal kerjanya tetap di rumah, tetap pola komunikasi jadi kunci. Supaya tidak akan ada friksi,” sambung Atikoh.

 

Nantinya dengan tetap melakoni pekerjaan di rumah, si suami misalnya yang bekerja, akan mengetahui kesibukan istri di rumah. Tapi harus ada komunikasi sebelumnya, setelah kerjaan selesai, hendaknya menyediakan waktu untuk keluarga, anak, dan waktu berdua dengan pasangan.

 

Termasuk bila suami kehilangan pekerjaan, beber Atikoh, hendaknya istri bisa menyemangati. Misalnya, bila istri punya hobi memasak, bisa memanfaatkan masakannya untuk dijual. Hal itu akan membuat perekonomian keluarga tetap berjalan.

 

Menjaga komunikasi juga diterapkan di keluarga istri orang nomor satu di Jateng ini. Bahkan di tengah kesibukannya yang tidak sedikit, dan juga kesibukan gubernur, atau kesibukan anak, Atikoh selalu mengedapankan jalinan komunikasi, meski sekadar komunikasi ringan.

 

“Justru yang receh (komunikasi ringan), diskusi receh, itu bisa membangkitkan suasana (keakraban keluarga),” ungkapnya.

 

Barulah saat kesibukan mulai mereda, keluarga bisa melakukan hobi bersama. Seperti memasak bersama, menyanyi, menanam di pekarangan, atau makan bersama dalam satu meja. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng)