Jakarta – 24 Juli 2016
Ketoprak SKPD Kabupaten Tegal dengan Cerita Raden Bagus Suwanda digelar di Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta.
Kegiatan Pentas Duta seni Kabupaten / Kota se Jawa Tengah secara rutin digelar di Anjungan Jawa Tengah, kali ini merupakan giliran Kabupaten Tegal.
Selain menampilkan Kesenian Ketoprak Kabupaten Tegal juga membawa Pameran Produk Unggulan seperti Batik, Poci Tanah, Makanan Khas Tegal ( Pilus, Kacang Bogares, Anthor ), Teh Kering.
Ketoprak Raden Bagus Suwanda / Geger Dukuhwaru Kabupaten Tegal di Sutradarai Ki Enthus Susmono
Cerita ini adalah cerita rakyat daerah Tegal, tepatnya Desa Dukuhwaru Kabupaten Tegal. R. Bagus Suwanda adalah seorang pendekar sakti anak dari Ki Gede Kulur, seorang ulama besar di pondok pesantren pedukuhan Dukuhwaru.
Pada saat itu Belanda (VOC) Gubernur Jendral Gurnael dengan pasukannya datang ke Tegal, maksud dan tujuannya adalah akan menjajah dan merampas kekayaan, mengambil paksa hasil bumi rakyat dan pusaka-pusaka daerah Tegal. R. Bagus Suwanda tidak rela dan tidak terima atas perbuatan para penjajah Belanda melakukan kedholiman. R. Bagus Suwanda bersama saudara-saudara seperguruan dan rakyat Dukuhwaru mengadakan perlawanan kepada pasukan Belanda, lalu terjadilah perang didaerah Tegal. Pasukan Belanda mundur ke Benteng Pertahanan Todan tepatnya di daerah utara Kota Tegal. Dengan akal liciknya Belanda reka daya untuk bisa menangkap R. Bagus Suwanda, akhirnya R. Bagus Suwanda dapat tertangkap dan dibawa ke markas Belanda untuk diadili.
Rakyat Dukuhwaru dipimpin oleh Dewi Retna Bini dan R. Suparta tidak terima, menyerang markas Belanda yang ada di Todan Kota Tegal. Belanda melarikan diri ke Semarang.
Demikian sekilas cerita R. Bagus Suwanda Pembela rakyat kecil dari Tegal.
“Sura Dira Jaya Ningrat, Lebur Dening Pangastuti”


